Perlukah imunisasi itu?
Minggu, 18 Maret 2012
Saat bayi lahir tentu orang tua sangat senang dengan kehadirannya namun, perlu diketahui bahwa pada awal masa kehidupannya bayi itu sangat rentan terkena beberapa penyakit berbahaya, seperti campak, polio, penyakit saluran pernapasan akut, kerusakan hati, dan tetanus. Bayi yang terkena penyakit tersebut akan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi ataupun dapat menimbulkan cacat permanen.
Sebagai orang tua tentu tidak menginginkan anaknya terkena penyakit tersebut. Untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan cara pemberian Imunisasi pada bayi (usia 0-11 bulan). Imunisasi ini dilakukan pada bayi sesuai dengan jadwal pemberian imunisasi. Setelah pemberian imunisasi dalam waktu 4-6 minggu akan timbul antibodi spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit, sehingga tidak mudah tertular, tidak sakit berat, tidak menularkan kepada bayi dan anak lain, serta tidak terjadi wabah dan tidak terjadi kematian.
Jadwal pemberian imunisasi tersebut, meliputi:
1. Hepatitis-B : Diberikan pada bayi pada saat usia 0-7 hari sebanyak 1 kali, sedangkan untuk bayi yang lahir di RS atau puskesmas harus segera diberikan 24 jam pertama kelahiran untuk mencegah penularan penyakit Hepatitis B dan kerusakan hati.
2. BCG : Diberikan pada bayi berusia 1 bulan sebanyak 1 kali untuk mencegah penularan penyakit TBC (tuberculosis).
3. DPT : Diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan untuk mencegah penularan penyakit Difteri (penyumbatan jalan nafas), Pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari), dan Tetanus.
4. Polio : Diberikan sebanyak 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan untuk mencegah penularan penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh layu pada bagian tungkai atau lengan.
5. Campak : Diberikan pada bayi berusia 9 bulan sebanyak 1 kali untuk mencegah penularan penyakit campak yang dapat mengakibatkan komplikasi pada berbagai organ.
Dengan memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal, maka tubuh bayi akan terangsang untuk memiliki kekebalan sehingga dapat terhindar atau mampu melawan penyakit berbahaya.
























